Minggu, Oktober 18, 2026
Google search engine
BerandaBENTENGDinkes Bengkulu Tengah Pacu Capaian Imunisasi, Sweeping Sasaran Jadi Strategi Percepatan

Dinkes Bengkulu Tengah Pacu Capaian Imunisasi, Sweeping Sasaran Jadi Strategi Percepatan

CAKRACYBER.COM – BENGKULU TENGAH – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah terus mendorong percepatan cakupan imunisasi sepanjang 2026. Langkah tersebut dilakukan menyusul masih rendahnya capaian imunisasi pada sejumlah kelompok sasaran, sehingga diperlukan penguatan pelayanan serta kolaborasi lintas sektor untuk memastikan seluruh masyarakat, khususnya anak-anak, mendapatkan imunisasi sesuai kebutuhan.

Upaya percepatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Daerah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah pada Senin (31/8/2026). Pertemuan ini menjadi momentum bagi Dinas Kesehatan bersama perangkat daerah terkait untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyusun strategi agar target imunisasi tahun 2026 dapat dikejar.

Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah, Barti Hasibuan, SKM., M.AP., memaparkan perkembangan pelayanan imunisasi hingga 30 Agustus 2026. Data yang disampaikan menunjukkan masih terdapat sejumlah kelompok sasaran dengan capaian yang belum mencapai target.

Pada kelompok bayi usia 0–11 bulan, misalnya, dari 2.487 bayi yang menjadi sasaran, baru sebanyak 1.126 bayi atau 45,28 persen yang tercatat mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Angka tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan sebesar 85 persen.

Capaian pada kelompok baduta usia 12–23 bulan juga masih perlu ditingkatkan. Dari total sasaran 2.454 anak, sebanyak 1.170 baduta atau 47,68 persen telah mendapatkan imunisasi lengkap, sementara target yang ditetapkan mencapai 75 persen.

Dinas Kesehatan juga mencatat capaian imunisasi pada kelompok Wanita Usia Subur (WUS) usia 15–49 tahun masih berada pada angka 26,04 persen. Dari sasaran sebanyak 24.518 orang, baru 6.384 orang yang tercatat memperoleh pelayanan imunisasi, dengan target capaian sebesar 71 persen.

Namun, capaian positif terlihat dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi Campak Rubela telah menjangkau 1.778 anak dari total sasaran 2.035 anak atau sebesar 87,37 persen. Sementara imunisasi HPV bahkan mencapai 101,75 persen, dengan jumlah penerima sebanyak 1.046 anak dari sasaran 1.028 anak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah untuk memperkuat intervensi di lapangan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan penelusuran atau sweeping terhadap anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi maupun yang belum melengkapi dosis sesuai ketentuan.

Selain sweeping, Dinas Kesehatan akan mendorong optimalisasi pelayanan imunisasi melalui Puskesmas, Posyandu dan jaringan pelayanan kesehatan lainnya. Pemutakhiran data sasaran juga menjadi bagian penting agar petugas dapat mengetahui secara lebih akurat anak-anak yang sudah maupun belum mendapatkan imunisasi.

Percepatan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., menekankan pentingnya dukungan dari seluruh sektor, mulai dari pemerintah desa, dunia pendidikan, Dinas Sosial, kader PKK hingga masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan lintas sektor diperlukan agar informasi mengenai jadwal dan manfaat imunisasi dapat diterima masyarakat secara luas. Dengan demikian, orang tua diharapkan semakin memahami bahwa imunisasi merupakan bagian penting dalam memberikan perlindungan terhadap kesehatan anak.

“Program imunisasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi harus ada keterlibatan pendidikan, pemerintahan desa, sosial, PKK, hingga komunikasi publik. Kita ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi,” tegas Tomi.

Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah juga akan memperkuat edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman orang tua serta mengurangi kemungkinan adanya anak yang tertinggal dari jadwal imunisasi.

Pemantauan dan evaluasi secara berkala akan dilakukan, terutama terhadap wilayah yang memiliki capaian rendah. Data hasil pemantauan nantinya menjadi dasar bagi petugas kesehatan dalam menentukan langkah intervensi yang lebih tepat dan terarah.

Program percepatan imunisasi ini dilaksanakan di bawah arahan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah serta mendapat dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pemerintah daerah menargetkan adanya peningkatan cakupan pelayanan imunisasi secara bertahap hingga mencapai target yang telah ditetapkan.

Melalui penguatan pelayanan Puskesmas, sweeping sasaran, pembaruan data serta edukasi yang berkelanjutan, Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah berupaya memastikan tidak ada anak yang terlewat memperoleh imunisasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya generasi Bengkulu Tengah yang sehat dan kuat. – (SB) ADV

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments