Cakracyber.com : Kaur – TANGGAL 9 Februari 2026 Gardu Induk (GI) 150 KV resmi beroperasi. Bupati Kaur, Gusril Pausi, didampingi pejabat PLN dan jajaran pejabat Pemda Kaur ikut menyaksikan acara yang berlangsung di kantor GI Kasuk Baru, kemudian malamnya dilanjutkan acara syukuran di Rumah Dinas Bupati Kaur.
Acara ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Kaur sejak lama. Hal ini tidak lain karena persoalan listrik di Kabupaten Kaur menjadi persoalan mendasar di tengah masyarakat. Tidak saja karena selalu “hidup-mati” mendadak, tetapi mati terjadwal selalu menjadi bagian yang selalu dihadapi oleh masyarakat Kaur. Keluhan ini menjadi fakta sudah sejak lama sekali, sejak Kabupaten Kaur berdiri 23 tahun lalu.
Lalu saat ini, fakta pun menjadi nyata, sejak Bupati Kaur Gusril Pausi di priode pertama 2016-2021 telah berjuang dan mendukung Perum PLN dalam proses pembangunan Gardu Induk di Kasuk Baru Bintuhan. Atas segala konsekwensi dukungannya, maka pada tahun 2019 dibangunlah gedung Gardu Induk sampai selesai. Tetapi kerja lanjutan yaitu penuntasan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) waktu itu terhenti karena Gusril Pausi pada Pilkada 2019 belum sempat memenangkan kompetisi untuk priode 2021-2024 lalu, sehingga program ini pun terhenti.
Baru pada Pilkada 2024, Gusril Pausi berpasangan dengan Abdul Hamid, terpilih untuk Bupati dan Wakil Bupati Kaur Priode 2025-2030, kemudian persoalan GI dan SUTT ini sejak awal telah menjadi bagian dari program visi misi Gusril-Hamid dari sekian program kepemimpinannya untuk lima tahun ke depan.
Jadi, GI dan SUTT ini merupakan salah satu program visi misi Bupati Gusril-Hamid yang telah didengar oleh masyarakat Kaur ketika kampanye beberapa waktu lalu. Pembangunan fasilitas PLN di Kaur ini merupakan jawaban atas krisis kelistrikan di Kabupaten Kaur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat yang telah berlangsung sekian tahun lalu.
Dengan telah diresmikan pengoperasiannya pada tanggal 9 Februari 2026 yang dilanjutkan acara syukuran di Rumah Dinas Bupati tidak lain bentuk dari rasa syukur atas terealisasinya fasilitas ini hingga bisa beroperasi demi pelayanan listrik untuk masyarakat Kaur secara keseluruhan. Dan ini tidak terlepas dari komitmen pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Kaur Gusril Pausi, yang konsisten dan berkesinambungan selaras dengan harapan masyarakat Kaur secara keseluruhan. Atas nama masyarakat Kaur, Waka 2 DPRD Kaur, Mardianto mengharapkan dengan telah dioperasikan GI ini kiranya listrik di Kaur tidak lagi terjadi “mati-hidup” mendadak, termasuk pelayanan yang terus ditingkatkan.
Lalu program lain yang sangat diharapkan masyarakat yaitu bantuan bibit sawit gratis, tidak tanggung-tanggung selama kepempimpinan Gusril-Hamid direncanakan sejuta bibit. Ini untuk menjawab keingingan masyarakat menanam lahan yang masih kosong, dan pada akhirnya akan mencapai kesejahteraan masyarakat petani di masa depan. Program ini telah mulai dilaksanakan pada tahun 2025 lalu, dan berlanjut hingga selesai masa jabatan bupati hingga tahun 2030 mendatang.
Program lain yang juga viral yaitu penertiban hewan ternak menjadi bagian dari tekad Gusril Pausi untuk menjadi daerah Kaur yang betul-betul mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk semua kepentingan. Kepentingan petani dan kepentingan peternak terakomodir dari Perda penertiban hewan ternak ini, sehingga semua bisa berjalan dengan untuk kemajuan masing-masing secara beriringan.
Sektor lain antara lain di bidang Kesehatan, Pendididikan, Perikanan, menjadi bagian yang tidak terlepas dari tekad Gusril-Hamid untuk menuntaskannya demi Kaur lebih baih baik, dalam kerangka mencapai kemajuan dan kemakmuran bersama.* Lekat S Amri


