Rabu, April 15, 2026
Google search engine
BerandaBENTENGDPRD Bengkulu Tengah Diminta Percepat Penanganan Abrasi

DPRD Bengkulu Tengah Diminta Percepat Penanganan Abrasi

CAKRACYBER.COM: BENGKULU TENGAH – Ancaman abrasi dan erosi di Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, kembali menjadi perhatian berbagai pihak. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu menyebut pengikisan daratan di wilayah tersebut mencapai sekitar tiga hektare setiap tahun.

Direktur Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, mengatakan persoalan abrasi di wilayah tersebut sebenarnya sudah disampaikan kepada pemerintah sejak tahun 2002.

“Masalah abrasi di Pondok Kelapa sudah lama kami sampaikan. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya penanganan yang benar-benar serius,” ujar Dodi.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir terhadap keselamatan wilayah tempat tinggal mereka.

Ancaman Tenggelam dalam Beberapa Dekade

Berdasarkan data spasial Walhi Bengkulu, abrasi yang terus terjadi berpotensi menyebabkan wilayah pesisir semakin menyempit.

Beberapa dampak yang dikhawatirkan antara lain:

  • Hilangnya daratan pesisir setiap tahun

  • Ancaman terhadap permukiman warga

  • Kerusakan ekosistem pantai

Dodi menilai jika tidak ada penanganan serius, Desa Pondok Kelapa berpotensi tenggelam dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun ke depan.

Dorongan Penanganan Lebih Cepat

Walhi juga menanggapi pernyataan Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu yang menyebut penanganan abrasi kemungkinan baru dapat dilakukan pada tahun 2027.

Menurut Dodi, waktu tersebut dinilai terlalu lama mengingat laju abrasi yang terus berlangsung setiap tahun.

“Kami berharap setidaknya ada langkah penanganan darurat pada tahun 2026 untuk menahan laju abrasi,” pungkasnya.-SB

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments